Senin, 23 Mei 2011

Preeklampsia


1.Definisi Preeklampsia
Preeklampsia merupakan sindrom spesifik-kehamilan berupa berkurangnya perfusi organ, yang ditandai dengan peningkatan tekanan darah dan proteinuria. Preeklampsia terjadi pada umur kehamilan diatas 20 minggu, paling banyak terlihat pada umur kehamilan 37 minggu, tetapi dapat juga timbul kapan saja pada pertengahankehamilan. Preeklampsia dapat berkembang dari preeklampsia yang ringan sampaipreeklampsia yang berat.
2.Epidemiologi Preeklampsia
Frekuensi preeklampsia untuk tiap negara berbeda-beda karena banyak faktor yang mempengaruhinya; jumlah primigravida, keadaan sosial ekonomi, perbedaan kriteria dalampenentuan diagnosis dan lain-lain. Di Indonesia frekuensi kejadian preeklampsia sekitar 3-10%. Pada primigravida frekuensi preeklampsia lebih tinggi bila dibandingkan dengan multigravida, terutama primigravida muda,
Diabetes melitus, molahidatidosa, kehamilan ganda, hidrops fetalis, umur lebih dari 35 tahun dan obesitas merupakan faktor predisposisi untuk terjadinya preeklampsia,
Di samping itu, preklamsia juga dipengaruhi oleh paritas.Wanita dengan kehamilan kembar bila dibandingkan dengan kehamilan tunggal, maka memperlihatkan insiden hipertensi gestasional (13 % : 6 %) dan preeklampsia (13 % : 5 %)yang secara bermakna lebih tinggi. Selain itu, wanita dengan kehamilan kembar memperlihatkan prognosis neonatus yang lebih buruk daripada wanita dengan kehamilantunggal merupakan faktor predisposisi untuk terjadinya preeclampsia.
3.Faktor Risiko Preeklampsia
Walaupun belum ada teori yang pasti berkaitan dengan penyebab terjadinya preeklampsia,tetapi beberapa penelitian menyimpulkan sejumlah faktor yang mempengaruhi terjadinyapreeklampsia. Faktor risiko tersebut meliputi;
a.       Riwayat preeklampsia. Seseorang yang mempunyai riwayat preeklampsia atau riwayat
keluarga dengan preeklampsia maka akan meningkatkan resiko terjadinya preeklampsia.
b.      Primigravida, karena pada primigravida pembentukan antibodi penghambat (blocking
antibodies) belum sempurna sehingga meningkatkan resiko terjadinya preeklampsia
Perkembangan preklamsia semakin meningkat pada umur kehamilan pertama dan
kehamilan dengan umur yang ekstrem, seperti terlalu muda atau terlalu tua.
c.       Kegemukan
d.      Kehamilan ganda. Preeklampsia lebih sering terjadi pada wanita yang mempuyai bayi
kembar atau lebih.
e.       Riwayat penyakit tertentu. Wanita yang mempunyai riwayat penyakit tertentusebelumnya, memiliki risiko terjadinya preeklampsia. Penyakit tersebut meliputihipertensi kronik, diabetes, penyakit ginjal atau penyakit degenerati seperti reumatikarthritis atau lupus.

4.Etiologi Preeklampsia
Etiologi preeklampsia sampai saat ini belum diketahui dengan pasti. Banyak teori-teoriyang dikemukakan oleh para ahli yang mencoba menerangkan penyebabnya, oleh karena itu disebut “penyakit teori”; namun belum ada yang memberikan jawaban yang memuaskan.Teori sekarang yang dipakai sebagai penyebab preeklampsia adalah teori “iskemia plasenta”.Namun teori ini belum dapat menerangkan semua hal yang berkaitan dengan penyakit ini
Adapun teori-teori tersebut adalah ;
a.       Peran Prostasiklin dan Tromboksan
Pada preeklampsia dan eklampsia didapatkan kerusakan pada endotel vaskuler, sehinggasekresi vasodilatator prostasiklin oleh sel-sel endotelial plasenta berkurang, sedangkanpada kehamilan normal prostasiklin meningkat. Sekresi tromboksan oleh trombositbertambah sehingga timbul vasokonstrikso generalisata dan sekresi aldosteron menurun.Akibat perubahan ini menyebabkan pengurangn perfusi plasenta sebanyak 50%, hipertensidan penurunan volume plasma
b.      Peran Faktor Imunologis
Preeklampsia sering terjadi pada kehamilan I karena pada kehamilan I terjadi
pembentukan blocking antibodies terhadap antigen plasenta tidak sempurna. Pada
preeklampsia terjadi komplek imun humoral dan aktivasi komplemen. Hal ini dapat
diikuti dengan terjadinya pembentukan proteinuria.
c.       Peran Faktor Genetik
Preeklampsia hanya terjadi pada manusia. Preeklampsia meningkat pada anak dari ibu
yang menderita preeklampsia.
d.      Iskemik dari uterus. Terjadi karena penurunan aliran darah di uterus
e.       Defisiensi kalsium. Diketahui bahwa kalsium berfungsi membantu mempertahankan
vasodilatasi dari pembuluh darah (Joanne, 2006).
f.       Disfungsi dan aktivasi dari endotelial.Kerusakan sel endotel vaskuler maternal memilikiperanan penting dalam patogenesis terjadinya preeklampsia. Fibronektin diketahuidilepaskan oleh sel endotel yang mengalami kerusakan dan meningkat secara signifikandalam darah wanita hamil dengan preeklampsia. Kenaikan kadar fibronektin sudahdimulai pada trimester pertama kehamilan dan kadar fibronektin akan meningkat sesuaidengan kemajuan kehamilan (Drajat koerniawan, ).
5.Gambaran Klinis Preeklampsia
a.      Gejala subjektif
Pada preeklampsia didapatkan sakit kepala di daerah frontal, skotoma, diplopia,penglihatan kabur, nyeri di daerah epigastrium, mual atau muntah-muntah. Gejala-gejala inisering ditemukan pada preeklampsia yang meningkat dan merupakan petunjuk bahwaeklamsia akan timbul. Tekanan darahpun akan meningkat lebih tinggi, edema dan proteinuriabertambah meningkat
6.Patofisiologi Preeklampsia                                                    
Pada preeklampsia yang berat dan eklampsia dapat terjadi perburukan patologis pada sejumlah organ dan sistem yang kemungkinan diakibatkan oleh vasospasme dan iskemia
Wanita dengan hipertensi pada kehamilan dapat mengalami peningkatan respon terhadap berbagai substansi endogen (seperti prostaglandin, tromboxan) yang dapat menyebabkan vasospasme dan agregasi platelet. Penumpukan trombus dan pendarahan dapat mempengaruhi sistem saraf pusat yang ditandai dengan sakit kepala dan defisit saraf lokal dankejang. Nekrosis ginjal dapat menyebabkan penurunan laju filtrasi glomerulus danproteinuria. Kerusakan hepar dari nekrosis hepatoseluler menyebabkan nyeri epigastrium dan peningkatan tes fungsi hati. Manifestasi terhadap kardiovaskuler meliputi penurunan volume intavaskular, meningkatnya cardiac output dan peningkatan tahanan pembuluh perifer.Peningkatan hemolisis microangiopati menyebabkan anemia dan trombositopeni. Infarkplasenta dan obstruksi plasenta menyebabkan pertumbuhan janin terhambat bahkan kematianjanin dalam rahim
Perubahan pada organ-organ :
a.        Perubahan kardiovaskuler.
Gangguan fungsi kardiovaskuler yang parah sering terjadi pada preeklampsia dan eklamsia. Berbagai gangguan tersebut pada dasarnya berkaitan dengan peningkatanafterloadjantung akibat hipertensi,preload jantung yang secara nyata dipengaruhi oleh berkurangnyasecara patologis hipervolemia kehamilan atau yang secara iatrogenik ditingkatkan oleh larutanonkotik atau kristaloid intravena, dan aktivasi endotel disertai ekstravasasi ke dalam ruangektravaskular terutama paru
b.      Metabolisme air dan elektrolit
Hemokonsentrasi yang menyerupai preeklampsia dan eklamsia tidak diketahui penyebabnya. Jumlah air dan natrium dalam tubuh lebih banyak pada penderita preeklampsiadan eklamsia daripada pada wanita hamil biasa atau penderita dengan hipertensi kronik.Penderita preeklampsia tidak dapat mengeluarkan dengan sempurna air dan garam yang diberikan. Hal ini disebabkan oleh filtrasi glomerulus menurun, sedangkan penyerapankembali tubulus tidak berubah. Elektrolit, kristaloid, dan protein tidak menunjukkanperubahan yang nyata pada preeklampsia. Konsentrasi kalium, natrium, dan klorida dalamseru m biasanya dalam batas normal
c.       Mata
Dapat dijumpai adanya edema retina dan spasme pembuluh darah. Selain itu dapat terjadi ablasio retina yang disebabkan oleh edema intra-okuler dan merupakan salah satu indikasiuntuk melakukan terminasi kehamilan. Gejala lain yang menunjukan tanda preklamsia berat yang mengarah pada eklamsia adalah adanya skotoma, diplopia, dan ambliopia. Hal inidisebabkan oleh adanya perubahan preedaran darah dalam pusat penglihatan dikorteks serebriatau didalam retina
d.      Otak
Pada penyakit yang belum berlanjut hanya ditemukan edema dan anemia pada korteks
serebri, pada keadaan yang berlanjut dapat ditemukan perdarahan
e.       Uterus
Aliran darah ke plasenta menurun dan menyebabkan gangguan pada plasenta, sehinggaterjadi gangguan pertumbuhan janin dan karena kekurangan oksigen terjadi gawat janin. Padapreeklampsia dan eklamsia sering terjadi peningkatan tonus rahim dan kepekaan terhadaprangsangan, sehingga terjadi partus prematur.
f.       Paru-paru
Kematian ibu pada preeklampsia dan eklamsia biasanya disebabkan oleh edema paru yangmenimbulkan dekompensasi kordis. Bisa juga karena terjadinya aspirasi pneumonia, atauabses paru


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar